Menulis

October 4, 2008 - Leave a Response

Ha dan Za senang bermain dengan pensil. Mereka senang menulis. Ha senang menjawab kuis di buku aktivitas terutama bagian untuk mencari jalan. Sekali waktu pernah satu buku khusus dibelikan. Buku itu tebalnya kira-kira 60 halaman. Setiap halaman punya gambar yang berbeda untuk diisi. Tujuan awalnya adalah untuk mengisi waktu selama seminggu ke depan. Tapi Ha tidak mengikuti skenario itu. Ia memilih mengerjakannya selama satu jam, terus menerus, tidak mau diganggu.

Ada beberapa bagian yang kelihatannya terlalu sulit untuk anak umur 4 tahun memahami petunjuknya. Apalagi semua ditulis dalam hiragana. Anehnya, Ha dengan tepat bisa menjawabnya. Setelah diamati, ternyata ada lembar jawaban di bagian belakangnya. Apa Ha sudah berlaku curang dengan melihat jawabannya sebelum menulis? Tidak. Tak ada yang memberitahu bahwa lembar di belakangnya adalah jawaban yang benar. Barangkali ia melihat ke bagian belakang dan ternyata gambarnya sama dengan yang dijawab. Ia kemudian meniru tulisan merah yang merupakan jawabannya.

Ternyata, permainan ini digunakan untuk awal anak-anak belajar menulis. Di buku lain ada bagian menelusuri gambar, misalnya garis lurus atau lingkaran seperti obat nyamuk. Kemudian dilanjutkan dengan menelusuri huruf atau angka yang mirip dengannya. Misalnya, angka 2 dipelajari dengan belajar menggambar bebek terlebih dulu. Huruf u pada deret hiragana dipelajari dengan menggambarkan bagian dari usagi (kelinci). Dengan demikian, anak belajar menulis dan membaca sekaligus.

Ha terbiasa mengamati sendiri tulisan yang ada di buku. Kemungkinan besar, ia adalah visual learner. Ia sudah bisa menulis huruf Su dalam deret hiragana.

Za senang menggambar. sebagian besar masih berupa lingkaran. Tapi ia sudah bisa menceritakan apa yang digambarnya. Gambar lingkaran besar dengan dua lingkaran kecil di dalamnya, ia sebut sebagai ‘ayah’. Lain kali ia akan emnyebut gambar yang mirip sebagai Ya, adiknya.

Di Dalam Gua

October 4, 2008 - Leave a Response

Ha sedang senang mendengarkan cerita Nabi Muhammad sembunyi di dalam gua. Awalnya adalah ide Ha untuk bermain di dalam ‘tenda.’ Tenda yang ia buat sendiri dari selimut yang ditutupkan di atas kepala. Orang-orang (termasuk ibu dan Za, kadang-kadang Ya yang masih bayi), duduk di dalamnya.

Ibu kemudian berkisah tentang Nabi Muhammad yang masuk ke dalam gua ketika dikejar oleh orang yang memusuhi beliau. Diceritakan juga tentang laba-laba yang dengan cepat membuat sarang di pintu gua. Ha kemudian dengan penuh konsentrasi mendengarkan cerita lanjutannya. Selimut yang menutupi kepala dilepas karena panas. Tapi matanya tetap menatap ibu dengan penasaran soal kisah itu.

Selesai kisah gua, biasanya Ha akan meminta lagi cerita lain. Cerita lain dikisahkan, meminta lagi. Lagi dan lagi.

Sementara itu, Za kadang ikut mendengarkan. Lebih sering ia akan bosan dan memainkan permainan lain atau ‘membaca’ buku.

Paper Craft

October 4, 2008 - Leave a Response

Ha dan Za biasa membeli majalah di supermarket. Majalah ini beragam isinya. Beberapa punya tambahan stiker untuk ditempel di dalam. Beberapa punya kreasi ketrampilan kertas (paper craft) yang harus disusun sehingga membentuk sebuah benda.

Stiker biasanya ada pada majalah yang ditujukan untuk anak-anak balita. Pada anak-anak usia TK (Youchien), isinya lebih banyak paper craft dan menulis dalam berbagai bentuk (tracing, mencari jalan, mencocokkan gambar, dsb.)

Paper craft yang ada cukup sulit untuk dipasang sendiri. Jadi ini adalah sebuah kegiatan yang harus mendapatkan bantuan dari orang dewasa. Salah satu cara bagus untuk mengisi waktu berkualitas ayah-anak atau ibu-anak. Sejatinya memang orang tua yang memasang, tapi anak-anak belajar sambil melihat dan memperhatikan setiap detilnya. Mungkin juga dari proses pemasangan paper craft itu anak-anak belajar, bahwa benda-benda yang mereka mainkan tidak datang begitu saja. Ia hadir dengan proses penyusunan sedemikan rupa.

Karena terbuat dari kertas, mainan ini tidak tahan lama. Semoga saja ini tidak berarti mengajarkan anak-anak membuang-buang sumber daya yang masih bisa digunakan.

Bermain Pensil

October 4, 2008 - Leave a Response

Apa yang bisa dilakukan dengan tiga buah pensil? Ha (anak pertama, usianya sekarang 4 thn) menyusunnya menjadi sebuah huruf. Dan huruf pertama yang disusunnya adalah H. Itu adalah huruf awal dari namanya. Ia sudah belajar menulis namanya sendiri sejak setahun lalu.

Za (anak kedua, usianya dua tahun) ikut-ikutan menyusun sebuah huruf lain. Huruf yang disusunnya adalah V. Awalnya agak membingungkan karena ia menyusun dua pensil seperti sebuah segitiga. Seperti huruf A, hanya tanpa garis horisontal. Saat ia mengetes ibunya, ia menjawab ‘Vi’.

Terbiasa dengan situs starfall.com , Ha dan Za menolak melafalkan alfabet dalam bahasa Indonesia. Jadi A tidak dibaca a, melainkan ae (lebih ke e.)

Ha kemudian bereksperimen lebih lanjut dengan pensilnya. Ia mengambil kertas resep yang diambil gratis dari supermarket. Ukurannya sekitar 20 cm x 10 cm. Ia rekatkan dengan selotip di ujungnya. (Ha sudah trampil menggunakan gunting sejak usianya tiga tahun.) Dan dikibaskan menjadi.. sebuah bendera.

Bendera ini kemudian menginspirasi Za untuk membuat benda serupa – dengan bantuan ibunya.

Bermain Online

August 31, 2008 - Leave a Response

Beberapa situs yang semoga bermanfaat untuk bermain anak-anak balita:

www. muslimkidz.com

www.uptoten.com

www.miffy.com

Ramadhan Telah Tiba

August 31, 2008 - Leave a Response

Alhamdulillah, ramadhan sudah hadir.

Senang sekali bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan anggota baru. Beragam aktivitas sudah diawali sejak sebelum Ramadhan. Misalnya, mendengarkan lagu-lagu nasyid dari Raihan sambil menghapalkan nama-nama Nabi dan Rasul. Untuk persiapan puasa, turut pula diperdengarkan lagu puasa dari Tasya.

Berikut lagu-lagu yang bisa dilihat di youtube videonya:

- Raihan : 25 Rasul

- Raihan : 20 Sifat (untuk memperkenalkan sifat-sifat Allah SWT)

- Tasya : Arti Puasa

Lagu dari Tasya, amat membantu memperkenalkan konsep puasa dengan bahasa yang sederhana. Apa arti puasa/ puasa tidak makan/ puasa tidak minum/ dari subuh sampai maghrib/

Semakin menyenangkan jika disertai dengan gaya dan mimik yang ceria. Misalnya, menirukan gaya memasukkan makanan kemudian menggelengkan tangan dan kepala saat syair puasa tidak makan dinyanyikan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.